Juni 13, 2026

Fakta Media | Berita Terkini dan Informasi Aktual Indonesia

Fakta Media menyajikan berita terkini, informasi aktual, dan ulasan mendalam dari berbagai topik di Indonesia dan dunia.

Momen Hangat Presiden Idul Adha di Wisma Indonesia

Momen Hangat Presiden Idul Adha di Wisma Indonesia | JAKARTA – Di tengah padatnya agenda diplomasi internasional di Eropa, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyempatkan diri untuk menunaikan ibadah salat Idul Adha 1447 Hijriah bersama ratusan warga negara Indonesia (WNI). Kegiatan ibadah berjemaah tersebut dipusatkan di Wisma Indonesia, Paris, Prancis, pada Kamis (27/5/2026) pagi waktu setempat. Kehadiran Kepala Negara di tengah-tengah komunitas diaspora ini membawa suasana penuh kekeluargaan dan kekhidmatan yang mendalam.

Berdasarkan laporan resmi yang dirilis oleh Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Pemimpin Negara tiba di lokasi acara sekitar pukul 08.40 waktu setempat. Mengenakan pakaian formal yang rapi, Presiden Prabowo langsung menuju barisan saf depan. Beliau tampak khusyuk membaur bersama jemaah lainnya untuk mengumandangkan gema takbir yang bersahut-sahutan, menandai dimulainya rangkaian ibadah hari raya di negeri orang.

Dalam pelaksanaan salat Idul Adha kali ini, Presiden Prabowo didampingi oleh putranya, Didit Hediprasetyo. Selain keluarga dekat, sejumlah pejabat penting Kabinet Merah Putih juga turut hadir mendampingi jalannya kegiatan tersebut. Di antaranya adalah Menteri Investasi sekaligus Kepala Badan Penanaman Modal (BPI) Danantara, Rosan Roeslani, serta Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya. Kehadiran para pejabat tinggi ini menambah kekhidmatan acara yang diikuti oleh mahasiswa, pekerja, hingga keluarga besar WNI yang menetap di Prancis.

Menghayati Nilai Pengorbanan dan Mengikis Ego

momen-hangat-presiden-idul-adha-di-wisma-indonesia

Pihak panitia penyelenggara mendatangkan Fakhruddin Arrozi sebagai imam sekaligus khatib dalam salat berjemaah tersebut. Fakhruddin dikenal sebagai seorang akademisi yang saat ini aktif berprofesi sebagai dosen di Universitas Muhammadiyah Lamongan. Ia juga merupakan alumnus program pascasarjana (S-2) dari Universitas Islam Internasional Islamabad, Pakistan.

Dalam khotbahnya yang disampaikan dengan penuh kharisma, Fakhruddin menguraikan bahwa Hari Raya Idul Adha mengandung dua dimensi utama yang tidak dapat dipisahkan, yakni dimensi ketuhanan (spiritual) dan dimensi kemanusiaan (sosial). Ia memberikan pesan khusus kepada kaum diaspora agar senantiasa menjadikan momen kurban sebagai sarana memperkuat identitas keislaman, meneguhkan ketahanan keluarga, dan mempererat persatuan antarsesama perantau.

“Kita tidak diperintahkan menyembelih anak-anak kita sebagaimana Nabi Ibrahim AS, akan tetapi kita diperintahkan menyembelih ego kita demi menaati perintah Allah SWT,” tegas Fakhruddin dalam penggalan khotbahnya yang disimak secara seksama oleh seluruh jemaah yang hadir.

Setelah seluruh rangkaian ibadah dan khotbah selesai, prosesi formal berganti menjadi acara silaturahmi yang hangat. Presiden Prabowo tampak meluangkan waktu cukup lama untuk menyapa, menyalami, dan berdialog ringan dengan para WNI. Momen kebersamaan ini kemudian ditutup dengan sesi ramah tamah dan makan bersama, di mana hidangan khas nusantara disajikan untuk mengobati rasa rindu para diaspora terhadap kampung halaman.

Penguatan Hubungan Bilateral Jakarta-Paris

Keberadaan Presiden Prabowo di Paris sendiri merupakan bagian dari agenda kunjungan resmi kenegaraan (state visit) atas undangan langsung dari Presiden Prancis, Emmanuel Macron. Rombongan kepresidenan Indonesia sebelumnya telah mendarat di Bandara Orly, Paris, pada Selasa (26/5) sekitar pukul 10.00 waktu setempat, yang menandai dimulainya rangkaian misi diplomatik ini.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa agenda pertemuan tingkat tinggi antara kedua kepala negara ini sebenarnya sudah dirancang sejak tahun lalu. Namun, karena adanya penyesuaian jadwal diplomatik yang cukup padat dari kedua belah pihak, kunjungan ini baru bisa direalisasikan pada akhir Mei tahun ini.

Teddy menambahkan bahwa Prancis merupakan salah satu mitra ekonomi dan pertahanan yang sangat krusial bagi Indonesia di kawasan Uni Eropa. Pertemuan bilateral ini diharapkan mampu menghasilkan kesepakatan-kesepakatan strategis baru yang menguntungkan kedua belah pihak.

“Saat ini, Indonesia memiliki banyak kerja sama super strategis dengan Prancis, dan state visit ini diharapkan makin memperkuat posisi Indonesia di Eropa, khususnya Prancis,” ujar Teddy menutup keterangannya kepada awak media.

Share: Facebook Twitter Linkedin

Comments are closed.