SC : Pixabay

KEJAKSAAN AGUNG TERAPKAN PASAL HUKUMAN MATI DAN PIDANA SEUMUR HIDUP BAGI PARA MAFIA MINYAK GORENG, ADILKAH ?

Kejagung Pertimbangkan Jerat Mafia Minyak Goreng dengan Hukuman Mati
Ilustrasi Jampidsus Kejaksaan Agung RI Febrie Adriansyah. Kejagung pertimbangkan jerat mafia minyak goreng dengan hukuman mati. [ANTARA]

4 terdakwa kasus permasalahan pemberiankewenangan ekspor minyak sawit anom( Crude Palm Oil atau CPO) rawan ganjaran berbentuk bui dengan masa hukuman seumur hidup sampai ganjaran mati karena Kejaksaan Agung mengenakan 2 Artikel sekaligus serta 3 Hukum Perbuatan Kejahatan Penggelapan yang sangat menyengsarakan rakyat indonesia tanpa terkecuali para pedagang kaki lima dan pelaku usaha lainnya
Permasalahan itu diselidiki oleh para jaksa karena seiring kejadian kelangkaan minyak goring di seluruh indonesia, Salah satu terdakwa merupakan administratur Departemen Perdagangan yang mana sangat mencoreng nama baik instansi tersebut.
Adapun daftar tersangkanya adalah sebagai berikut :

 

Daftar 4 Tersangka Mafia Minyak Goreng dan Perannya Rugikan Negara
SC : Detik

1. Indrasari Wisnu Wardhana
Orang ini menjabat sebagai Direktur perdangangan luar negeri dan bertugas memberikan izin surat ekspor ke luar nergeri
2. Master Parulian Tumanggor
Orang ini menjabat sebagai Komisiaris Utama PT Wilmar Nabati Indonesia. Dan melaksanakan tugas sebagai penyedia komunikasi antar PT tersebut dan surat – suart izin ekspor
3. Stanley MA adalah seorang Senior Manager Corporate Affair Permata Hijau Grup.
4. Pierre Togar Sitanggung
orang ini merupakan General Manager di Bagian General Affair PT Musim Mas.

Artikel 2 UU Tipikor menata pemberian ganjaran kejahatan pada tiap orang yang memperkaya diri sendiri, orang lain ataupun korporasi yang bisa menghancurkan finansial ataupun perekonomian negeri indonesia disaat masih terjadinya bencana wabah covid 19 yang belum sepenuhnya tuntas.

Bahaya kejahatan dari aplikasi artikel ini yakni bui dengan durasi seumur hidup ataupun paling pendek 4 tahun serta bagian terburuknya bisa sampai maksimal 20 tahun penjara. Terdapat pula bahaya ganjaran pengembalian atau kompensasi uang dengan nominal paling sangat sedikit Rp200 juta serta paling banyak Rp1 miliyar, namun menurut masyarkat umum, ini belumlah seberapa dibandingkan akibat kesengsaraan yang di timbulkan dan dampak yang terjadi di kalangan masyrakat luas.

ARTIKEL MENARIK :   Subscribes Turun Drastis, Hingga Dibilang "Suneo" ini kabar Zinidin ZIdan Dan Tri Suaka Sekarang

Dalam P4sal 2 bagian( 2), dipaparkan kalau dalam kondisi khusus ganjaran kejahatan ini bias saja dijatuhkan hukuman mati pada tersangka. Kemudian di Artikel 3 UU Tipikor menata pemberian ganjaran kejahatan pada tiap orang yang memperkaya diri sendiri, orang lain ataupun korporasi, menyalahgunakan wewenang, peluang ataupun alat yang terdapat padanya sebab kedudukan ataupun peran yang bisa mudarat finansial ataupun perekonomian negeri.
Berbagai macam tanggapan msayrakatpun muncul dan mencuat, banyak yang mendukung keputusan hukuman mati ini karena akan menimbulkan efek jera pada para pelaku lainnya yang merugikan bangsa indonesia ini, terlebih kita juga sedang menghadapi gelombang pandemi yang juga mempersulit keadaan serta ekonomi masyarakat indonesia sekarang ini.
Bagaimana menurutmu hukuman mati ini ? apakah layaknya para pelaku mendapatkan hukuman ini ?
Beri tanggapan anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published.